Dinas Perdagangan Tindak Tegas Gudang dalam Kota dan Pelaku Usaha Nakal

Maraknya gudang yang berada di dalam Kota Makassar, membuat Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar mengambil tindakan tegas. Tak henti-hentinya Jajaran petugas turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memeriksa legalitas izin usaha pada Selasa, Rabu (8,9/1/2019) kemarin.

Saat dilakukan sidak, Tim Reaksi Cepat (TRC) Disdag menemukan fakta sejumlah gudang dalam kota yang masih beroperasi hingga saat ini. Diantaranya, CV. Pongtiku Jaya Toko Sukses elektrik jl. Mallengkeri, Toko 19 jl. Sapuli dan UD. Karya Anugerah jl. Kumala.

Menurut Kasie. Penindakan Pelanggaran Perdagangan, Jamalauddin, S.Sos, kegiatan penaataan dan penertiban gudang yang tidak memiliki izin serta memiliki izin ini, tidak lain untuk penegakan UU No. 7 thn 2014 tentang Perdagangan, Permendag No.90 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pembinaan Gudang, Perda No. 13 Tahun 2009 tentang Kawasan Pergudangan Terpadu, dan Perwali No. 20 tahun 2011 tentang Larangan Gudang Dalam Kota.

Begitu halnya dengan Toko Fortuna di jalan Timor yang menjual macam-macam produk bahan campuran berupa bumbu rempah dan makanan kemasan, TRC Disdag menemukan pelanggaran berlapis diantaranya, legalitas izin (SITU, SIUP, dan BPOM) telah kadaluarsa, izin usaha tidak sesuai dengan peruntukannya, dan uji timbangan tera juga tidak diperpanjang lagi. “Selain mendapat surat teguran dan diberi tenggang waktu 25 hari kerja untuk melakukan pembenahan izin sesuai peraturan yang berlaku. Pemiliknya juga diminta mempertanggungjawabkan pelanggarannya di kantor Disdag,” tegas Abdul Hamid, S.Sos, MM sebagai Kasie. Pengembangan dan Pembinaan Usaha Sarana Perdagangan Disdag, Abdul Hamid, S.Sos, MM.

Sementara Kepala Metrologi Disdag Makassar, Kamaluddin Achmad, SH yang turut dalam sidak ini juga menemukan timbangan yang masih menggunakan segel tera tahun 2014, yang berarti tidak pernah di lakukan pengujian kalibrasinya, sementara sesuai UU No. 2 tahun 1981 dipertegas Permendag nomor 115 tahun 2018 hasi revisi Permedag nomor 78 tahun 2016 yang menyebutkan wajib dilakukan uji peneraan setiap tahun.

Ditempat terpisah Kepala Disdag Makassar, Nielma Palamba, SH, M.AP mengatakan telah menerima laporan dari hasil Sidak sejumlah jajarannya. Beliau menyebutkan akan mengambil tindakan tegas terkait masalah ini.
“Untuk saat ini pihak kita akan berkoordinasi lebih dulu dengan Dinas Terkait, bagaimana tindak lanjutnya ke depan,” ungkap Bunda sapaan akrabnya. (rd)

About the author: kontributor

Leave a Reply

Your email address will not be published.